Senin, 10 September 2007

Otomatisasi Website Pribadi Dalam Dua Bahasa

(Suara Merdeka Minggu – Rubrik Konek 15 Juli 2007)

Informasi yang disajikan di dalam website yang dikelola oleh Anda seringkali tidak kalah dengan konten yang ditulis oleh orang-orang luar negeri. Hanya saja, faktor kepercayaan diri kadangkala menghalangi untuk ikut unjuk gigi di tingkat internasional, meskipun hanya dalam dunia maya.


Perasaan tidak mampu berbahasa Inggris membuat banyak pengguna internet merasa cukup membuat situsnya dalam bahasa Indonesia saja. Padahal dengan membuatnya dalam dua atau lebih versi bahasa yang berbeda, kesempatan yang lebih luas akan lebih terbuka. Bukan saja terlihat lebih mampu dan percaya diri, tetapi hasil pikiran Anda juga bisa terbaca oleh pengguna internet luar negeri. Kemungkinan bangsa Indonesia dikenal selain oleh prestasi korupsinya, tetapi juga buah pikirnya, juga makin terbaca.
Namun pada kenyataannya tidak setiap pemilik situs pribadi menguasai bahasa Inggris yang merupakan bahasa penghubung dengan pembaca asing. Untuk menyewa penerjemah, tentu saja bukan merupakan solusi karena terkait dengan biaya yang ditimbulkan dibandingkan dengan manfaat ekonomi yang diperoleh secara langsung.
Bahkan bagi mereka yang aktif dalam dunia blog, perubahan konten bisa saja terjadi setiap hari. Apabila setiap perubahan tersebut membutuhkan tenaga penerjemah, bukan saja biaya akan menjadi bengkak tetapi juga kerepotan yang timbul setiap Anda ingin menuangkan perasaan atau pemikiran ke dalam situs web.

Tidak ada komentar: